Kisah pada 28/29 mei

Di tanggal ini di bulan yang lalu, something happen between us..

Kala itu Sabtu malam Minggu tanggal 28 Mei 2016, mungkin bisa dikata jadi salah satu malam titik balik hubungan kita..

Aku tak begitu ingat apa yang ku lakukan di siang harinya, yang ku ingat adalah salah satunya aku datang ke sekre saat kamu bilang lagi di sekre dan kamu minta aku kesitu. Dan dengan anehnya aku nurut.

Ya, kamu bisa bilang aku dah terlalu baper. Tapi nyatanya, ya aku baper tapi rasa itu beda ama yang ku rasa hari ini padamu, satu bulan ini..

Saat itu, sebapernya aku, senyamannya aku bersamamu, aku tetap berusaha sadar diri, tahu diri, bahwa kita bukan apa-apa, tak baik berfikir aneh-aneh. Aku men-suggest diriku sendiri bahwa kamu ya kamu, teman diskusi yang seru, sahabat yang bisa diandelin, Abang yang baik dan protektif. Dan sekalipun ada rasa lain atau harapan lain akan kita, aku coba tak fikir, aku tak ingin mendewakan harapan, aku tak ingin egois, tak ingin merusak apa yang kita punya. Aku ingin menjagamu di hidupku untuk waktu yang panjang, sebagai apapun peranmu..

Petang itu kamu pamit pergi, dengan alasan ingin belanja baju dan cuma sebentar nanti balik lagi. Aku pun pulang untuk mandi, dan ya.. aku ga bakal Muna kalo aku menunggumu. Aku mengharap kamu disana. Disisiku.. spend the time together..

But you're not there. Kamu pergi untuk waktu yg ga sebentar, dan baru kembali hampir tengah malam. Saat ini aku bertanya-tanya mungkinkah kamu sedang bersamanya..

Kamu datang lagi ke sekre dan meminta waktu tuk bicara berdua. Dan ya aku cukup ingat bagaimana kamu menyatakan kenyamanan kita ini takkan bisa lebih dari ini, ada hal-hal yang belum selesai dengan masa lalumu, yang membentengi langkah kita untuk maju. Dan kamu minta maaf.

owkeyh..

Aku cuma bisa mendengarkan, walau saat itu ya sedikit kecewa,tapi sedikit doang kok. Beneran deh.
Hanya berikutnya kemesraan yang kita lakukan sempat membuatku jadi mengernyitkan dahi 'apa ini? Katanya ga mau lebih, kok gini. Permainan apalagi ini wahai lelaki..'

Pun ya, setelahnya tak ada beda, kita masih memilih waktu dan tempat dihabiskan berdua saja, asyik berdiskusi entah apa. Hingga saat malam makin larut dan kita hampir menata tidur yang nyaman. Kamu muncul dan mengajakku mengikutimu ke suatu tempat, 'ada yang mau aku tunjukin' katamu..

And damn. Itu keren banget. Itu indah banget.. malam itu taburan bintangnya keren banget, sedikit melegakan dahaga kegundahan aku. Kamu sekali lagi menuhin mimpiku buat bisa stargazing bersama orang special.

Ah walau kamu ga ngerti kenapa banyak orang mendewakan momen kaya begitu sebagai suatu romantisme.. kamu ga bisa Nemu itu. Ah dasar lelaki.

Awalnya kita hanya berdiri bersama, hingga ya mungkin atmosfer yang enak dan daya gravitasi satu sama lain yang kuat, saling bersentuhan dan merengkuh pun kita lakukan.

Ya dalam ingatanku itu momen pertama aku ga peduli apa kata orang dan membebaskan diriku bersandar nyaman menikmati hangat tubuhmu dalam rengkuhku, atau aku yang berada dalam pelukmu..

Sudah agak malam kita sadari waktunya tidur, esok pagi kita punya agenda sepedaan bareng. So cuss nyari lapak tidur.

Tapi malam itu aku tak bisa tidur. Aku tak nyenyak dan terus bergerak. Duh maaf banget mengusik nyenyakmu dan membuatmu ikutan terjaga karenanya. Kamu coba menenangkan ku dan mengajakku melanjutkan tidur.

Berikutnya yang terjadi jadi remark bagi perjalanan kita, bagi pertemanan kita. Dan bagimu, ya ini titik balik langkah kita melewati batas 'cuma teman' dan menjadi lebih dari ini..

Kamu mencuri cium dariku.

Haha mencuri..

Kita berciuman untuk pertama kali, lalu menoyor wajahku setelahnya. Hahaha.. asyem banget orang ini!

Kamu yang merasa tak enak mencuri cium seperti itu, memintaku membalasnya. Membalas mencium kamu balik duluan. Walau awalnya ragu, aku lakoni..

Ya, momen itu jadi batu loncatan bagi kita untuk lebih berani bertindak mesra berikutnya.. ada step yang kita loncati yang membuatku jelas merasa ini bukan lagi sekedar teman. Entah apa..

Momen itu jadi awal, ribuan peluk dan kecup yang muncul di hampir banyak interaksi kita berdua. Mengeratkan langkah kenyamanan kita berdua, menghangatkan hati, menyandarkan diri bahwa kita tak lagi sendirian. Ada orang yang dengan baik dan setia menemani langkah ke depan, merengkuh saat raga lelah, menopang, memberi kecupan setelah hari yang panjang nan melelahkan, mencoba mengusir kepenatan dalam diri.

Kan setelah itu fix gimana caranya aku makin ga baper. Ah dasar lelaki..

Esok paginya kita yang belum sempat mandi ini, sepedaan keliling purwokerto. Kamu asyik ngobrol dengan teman-temanmu, main bmx atau apa.. aku ya berkumpul dengan sejawatnya aku. Tapi kita tetap saling mencari. Mencari waktu dan kesempatan tuk saling bersebelahan. Berdekatan.

Aku yang kecapekan setelahnya langsung tumbang ke kasur, dan kamu mengikutiku. Kamu tidur di sampingku, di sisiku. Menggangguku, ngisengin aku, ngajak diskusi aku, dan diselingi oleh kecup dan peluk saat 'ada setan lewat' moment. Hahaha..

Kamu menikmati ciumanku katamu. Kamu ketagihan nih ye..
Ciyeeeeeh..

Ya siang itu, memberi tahuku bahwa yang terjadi di malam sebelumnya bukan sekedar kekhilafan sesaat. Ada kenyamanan tuk saling merengkuh yang pintunya sudah kita dobrak bersama, walau saat itu sempat ada kebingungan akan status kita.

Aku cuma capek jadi mainan lelaki ah. Wajar kan..

Dan ya, hari ini, satu bulan setelahnya. Di tanggal yang sama aku menuliskan kembali kisah di malam itu.

Kamu masih di sampingku. Dengan proporsi yang berbeda dari sebelumnya. Aku boleh aja kalau mau bilang 'kamu lelakiku'..

walau baru sebentar dan jalannya hingga sekarang tak semulus yang dibayangkan, masih banyak kerikil di jalan kita, badai bagimu yang hadir kembali.

Tapi kita masih bersama untuk saat ini, dan harapku kita bisa terus bertahan, harus makin kuat berjalan berjuang bareng untuk masa depan yang panjang bersama seperti angan yang sedang kita selalu semogakan ini.

Aku tahu kamu sedang sangat lelah. Kamu tersiksa karena satu dua hal yang hadir sejak dunia tahu kita bersama. Tapi kamu masih disini, disampingku. Jadi telinga tuk mendengarkan ku.. jadi kaki dan tangan yang siap menopangku dan menjagaku saat sekarang aku sedang payah.

Terimakasih Abaang ku sayang. Terimakasih buat segalanya..

Semoga kamu selalu diberi kekuatan dan kesabaran dalam hal ini. Tetaplah kokoh lelakiku sayang.. pun kamu ga sendiri kok, walau tak begitu banyak yang bisa kulakukan , aku berusaha ada buat kamu. Selalu. Jadi mata, sandaran dan tameng saat kamu pun sedang payah.

Bertahanlah sayang. Aku tahu kamu bisa. Kamu kuat. Kamu hebat.

Badai akan berlalu, dan Surya akan cerah lagi, pelangi akan tampak di kejauhan. Bersabarlah sayaang. Bila kita mampu lewati ini, maka kita pun kan jadi pribadi yang lebih tangguh dan hebat kan.

Be survivor sayaangku.. kuatlah. Aku tahu kamu bisa.

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know