Tentang makna sebuah kehilangan

Pertama-tama..
Aku ingin meritel lagi. Ada beberapa barang-barang milikku Yang hilang.. entah karena kecerobohan ku sendiri. Maupun karena tangan-tangan nakal di sekitarku..

Dan waktu, pengalaman, mengajarkanku dan membawaku menjadi seperti ini. Apa yang hilang biarlah hilang, bila itu milikku pasti akan kembali kepadaku..
Melepaskan. Mengikhlaskan.

Dan aku cuek saja.
Dengan santainya menjawab. Yah ilang. Ya udahlah.. dan kemudian melanjutkan kehidupan seperti biasanya..

Ya. Aku si cuek.
Yang untuk satu atau beberapa hal dalam hidupnya terkesan acuh, santai dan tak banyak ambil pusing, soal kehilangan, soal kerusakan. Sepele.
Saat ada rezeki lagi ntar bisa dicari atau dibeli lagi. Ga perlu digaung-gaungkan tangis karna kehilangan barang sedikit.

Tapi yah yang baru disadari.
Untuk satu atau beberapa part lain di hidupku, aku begitu mengkhawatirkan kehilangan. Aku benci. Aku takut. Ketika kehilangan sesuatu, namun malah tak bisa woles. Tak bisa berhenti memikirkan, menjadi overthinker, khawatir berlebih. Negatif energy. Begitu sulit melapangkan dada untuk mengikhlaskan, memaafkan, melupakan, melepaskan..

Ya. Aku sering jatuh bangun.
Aku sering didatangi hanya untuk dikhianati atau ditinggalkan. Dimanfaatkan keberadaannya. Dikucilkan dikecilkan hingga self-esteem ku kini begitu rendahnya masih. Masih seringkali merasa tak berharga, rendah diri, tak percaya diri. Aku tahu rasanya gagal, kehilangan, jatuh... Makanya aku selalu berupaya mensyukuri dan menjaga erat apa yang dipunya.

Aku masih dalam pencarian ku untuk membangun untuk membentuk dan menemukan diriku sendiri. Pendewasaanku. Proses ku menjadi lepas.

Tiap ada yang nanya cita-cita.. aku cuma punya satu jawaban. Aku pingin bahagia. Eternity happiness..

Aku tahu hidup ga melulu lurus dan bahagia doang. Makanya mimpiku ya buat bisa bahagia. Bisa tetap bersyukur dan menjadi bahagia, sekalipun aku lagi jatuh.. lagi di bawah.. lagi terluka..

Dan persoalan ini. Dan diriku. Adalah peer bagi diriku sendiri.
Bukan orang tuaku, teman-temanku,sobat-sobatku.. maupun para lelaki yang katanya pernah bilang sayang ke aku. Johar, mamas Mamad,  bang Rio, ataupun aa Adan.

Tapi biar aku mengaku seperti apa. Sekuat-kuatnya dan setegar apapun aku coba tampil selalu. Tetap aja, aku masih perempuan yang juga sesekali ingin merasa dilindungi dan dijaga dengan baik, diperlakukan dengan respek dan special, to make me believe it that im being cherish in someone life. That if something happen to me, im matter, that there is some people who Will cross storm and hot weather just to reach and find me..

Bukan.
Bukan aku ingin pergi hanya untuk dicari. Aku pun mengerti berjuang, hidup ya ga sebercanda itu.

Entahlah.
Maybe i just wanna be loved. Be surrounded by the love of this universe.

Sayangku Riario..
Entah apa yang terjadi dengan kepalaku. Acap kali tak mampu menghilangkan negativitas akanmu.
Tak jarang aku yang sedang lelah, labil dan marah ingin berhenti menunggu kamu yang pun lebih sering tak ada.
Maafkan ternyata egoku yang terluka terus meminta kita akhiri saja. Atau cari saja bersamai yang lain yang lebih bisa tampak menghargai dan tampak berupaya membahagiakan ku tanpa perlu aku memohon-mohon seperti padamu.
Rasanya ia lelah dengan kesepian yang kamu hadirkan ini. Aku berasa sendirian juga.

Kamu yang pernah memintaku untuk tetap terbuka dan tak menutupi hati. Skeptis aja terus. Bahkan ke kamu.
Maka dengan amarahku kulakukan itu.

Tapi bahkan dengan adanya si dia atau dia. Entahlah..

Aku tak lagi berkata "i hope this Will work". No.

Aku lebih memasang "i Will do everything' to make it work"

Aku masih ga mau nyerah. Kepala batu emang aku. Biarin aja.

Kamu emang ga selalu ada. Yaudalah. Baik-baik aja kami di manapun itu. Semoga aku kuat menahan rindu dan menampik semua prasangka negatif akanmu.

Saat ini aku tak berani menerka mereka masa depan.

Aku khawatir akan apa yang kan kulihat disana.

Lebih sering daripada tidak, aku merasa kita tak lagi pun ya masa depan. Kamu pun tak tampak ada sikap kesungguhan kesana selain kata-kata.. (ataukah aku yang terlalu egois dan tak tahu apa-apa?) Entahlah.

Tapi apapun itu.

Bahkan hingga hari ini aku tahu masih ada sayang yang dalam buatmu.

Sungguh keganjilan bahwa aku enggan untuk meninggalkanmu.

Something that i still cherished in this harsh world.

Bagaimana kamu ke aku?
Pernahkah kamu takut kehilanganku? Aku tak tahu.. tak pernah tahu.. ku rasa tidak.

Biarlah. Gapapa.
Itu urusanmu. Sama seperti mencintaimu adalah urusanku sendiri.

Bila memang shit happen dan ga ada jalan. Ya pergi biarlah hilang. Aku tak mengapa.

Ga sama kamu pun aku gapapa. Aku tetep seneng juga, asal kamu masih ada di bumi.

Lebay? Biarlah.

Aku cuma gadis kecil dengan puisi-puisinya yang ditinggali. Izinkan aku mengabadikannya dalam tulisan dan puisi ku. Untuk satu saat jadi kenangan yang menyenangkan atau bikin malu buat ditilik lagi.
Entah 5 atau 10 tahun lagi, kamu bersamaku atau tidak. Tetap saja. Terimakasih.

Ikhlaskan saja jadi objek ceritaku. Pemeran utamanya..

Bila kehilangan harus terjadi diantara kita. Semoga akan lebih banyak hal baik yang kita selalu kenang, daripada hal buruk didalamnya..

Semua akhir kan adalah awal yang baru.
Dan hidup kan terus berlanjut..

Mungkin yang terjadi malah biasa saja.
Hanya saja ketakutan dan kekhawatiran ku yang memang terlampau besar

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know