Malam minggu gerimis di kota jogja

Soooo..
ini adalah hari pertama di kota jogja. Kota yang sudah lama ingin ku kunjungi lagi. Jogja selalu punya cara dan auranya sendiri yang membuat betah berlama-lama, rindu saat jauh seolah memanggil-manggil kembali.

Dua atau tiga bulan yang lalu sempat ada yang ngajakin ke Jogja juga, liburan, jalan-jalan paling berburu buku, berdua katanya. Nikmatin jogja abis lebaran. Tapi ah ya sudahlah..

Dan sekarang aku sedang kembali ke Jogja, akhirnya kesampaian juga. Ya bukan bersama orang itu, dan bukan juga untuk liburan.

Entahlah apa yang kulakukan disini.. bermain, belajar, ketemu orang baru, main hujan-hujanan. Hihihi..

Yap. Hujan adalah teman yang akrab di hari-hari belakangan ini. Aku menyukainya, tapi entah dengan orang lain. Yah semoga aja ga ada bencana lain yang terjadi setelah hujan reda.

Perjalanan Purwokerto-jogja kutempuh dengan motor, berdua, dengan partner in crime yang ini-ini lagi.. perempuan-perempuan tangguh mapala pwt. Hihihi..

Menembus hujan deras dan badai, saingan jalan Ama bus dan truk. Dan menikmati baju yang basah kuyub. Dan semua demi bisa kembali menapak Jogja. Demi sebuah buku yang ingin kami beli dan persembahkan buat divisi caving kmpa.

UGM.
Kampus yang cukup asik kayanya yah. Rame. Hidup. Hijau. Asri. Dan tertata dengan rapih. Aku suka.

Mungkin di kehidupan lainnya, kalau aku terlahir jadi anak Indonesia juga aku milih tinggal di Jogja dan kuliah di UGM atau UI atau ke Oxford atau MIT ajah sekalian.
Aaah mimpi. Gapapa lah ya..

Dan seorang aku yang bukan pelajar cepat ini, berusaha menepis kebosanan dan kengantukan yang terasa akibat lelah perjalanan dan capek akibat minggu-minggu yang padat ini.

Hujan tak berhenti turun sejak siang datang.
Lalu saat sore selesai seminar pun ia juga tak kunjung reda. Sedang kami harus menunda waktu bergegas ke daerah Wirobrajan untuk meet up dengan alumni ku, mba Narsih.

Melewati Malioboro dan museum2 sekitar. Nol derajat sepi.
Yah. Jogja di malam Minggu ku, kok malah hujan yah.. ga bisa nikmatin deh.

Menunggu hingga malam pun tak kunjung reda. Cuss lah kami memaksa berangkat.
Sempat kesasar. Namanya secret garden ya emang bener secret juga dicarinya..
Ah tapi tempatnya asik. Hijau. Andai langit cerah kami akan memilih meja outdoor dan itu lebih fun atau romantis ditemani Live music yang mengalun.

Di tempat seromantis ini. Di kiri kanan meja orang berpasangan Kabeh. Ya kami bertiga menjadi the odd para perempuan yang malah ngomongin organisasi, kerjaan, sosial, politik, isu internasional.. hihihi

Menggeber motor lagi. Mencari tempat persinggahan malam ini.

Dan yaa, Sabtu malam ku. Hujan. Jogja. Laporan ke denden dan si Abang. Dan masih aja inget si Abang di sela-sela begini. Duh, kamu selalu muncul dimana-mana sih bang.

Kamu lagi suka khawatirin aku bang, tampak manis aja. Entah kenapa..

Jogja dan aku pinginnya nikmatin nya Ama kamu. Etapi kemana aja deh. Asal Ama kamu. Tapi kaga rombongan se-kompi juga yah bang. Aku cuma pengen sesekali punya waktu eksklusif Ama kamu.

Aku mengamini quote entah siapa: "ajak dalam perjalanan bersama, bila kau ingin mengenal baik seseorang.."

Dan yah, itulah yang seringkali kulakukan. Melakukan perjalanan bersama siapapun. Dan akhirnya selesai alami kita bisa lihat siapa yang bisa dan siapa yang ngga, bagaimana harus menghadapi si A atau si B.
Kita kan tau apa seseorang bisa diajak kerjasama kan.

Dan kuingin tahu sayang, apa kamu pun cocok, pantas dan bisa diajak kerjasama buat mecahin masalah, buat mendaki hidup yang seringkali terjal. Bilakah ada harapmu atau harapku, bahwa kamu ada di masa depanku. Maka aku pun ingin tahu sejauh mana kamu kuat dan bisa diajak kerjasama. Setangguh apa kamu mampu bertahan, juga menjagaku. Pantaskah kamu untuk jadi tempatku berhenti? Aku tak tahu, belum yakin. Makanya aku masih perlu kamu yakinkan Abang.

Malam ini.
Memandang gerimis di luar jendela kamar.
Entahlah.
Aku ingin mendengar suaramu barang sedikit saja..

Dan yah mungkin harus ku jujur dan akui pula aku rindu ritual telfon tengah malam itu. Bercerita entah apa. Mengenalmu lebih jauh juga. Seolah dunia begitu sederhana bisa selalu kita tertawa kan diantara jaringan telfon kita.

Ah kamu.
Aku tak tahu lagi.
Aku seakan stuck, berhenti mengenalmu..
Aku pun tak tahu lagi apa kabarmu. Bagaimana kamu menjalani hidupmu. Apa saja hal yang penting hingga ga penting yang terjadi di sana. Bagaimana kabar anak-anak kucingmu itu. Apa yang ada dalam isi kepalamu.

Aku sudah tak tahu lagi.
Dan mungkin harusnya aku menyerah untuk berusaha sok tahu dan kepo dengan urusanmu.
Bilakah kau tak ingin membagi apapun lagi, ya itu urusanmu. Aku bisa apa. Bisaku hanya mencintaimu. Entah sampe kapan. Mbuh.

Selamat malam hujan.
Selamat malam Abang. Jaga kesehatan yah.


PS: Tuhan, jagain dia selalu yah. Lindungi dia. Jangan biarkan marabahaya yang mendekat. Kuatkan ia juga kalau sedang lemah dan bermasalah.. kasian dia, aku tak suka melihatnya terlelah dan menderita! Dia jadi jelek dan ga jadi keren lagi soalnya. Hihihi :P

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know