tentang kata-kata yang masih membawa henyak, tentang tanya yang tak sempat ditanyakan..

"jadi hubungan kalian ceritanya saling balas dendam nih?!"

THEGG..

semua kata berhenti. seolah tersentak.
kata-kata itu terus tengiang di kepala.

bagaimana kau bisa berkata seperti itu penny sayang? sedangkan aku sedang berusaha tutup mulut rapat-rapat, sedang aku sedang berusaha meneguhkan diri dan enyahkan semua kenegatifan dan sesah bilakah berfikir tentang sosoknya. padahal tak begitu banyak hal yang sempat ku bagi denganmu, pun itu karena kesibukan kita masing-masing.

lewat 24 jam.. dan kata-kata itu masih saja membuatku terhenyak di fikir.
bukan. bukan berusaha memperbesar masalah dan menyeret diri kedalam kedalaman fikiran hingga membuat jatuh lagi, bukan.

aku jadi khawatir saja.
dan aku bertanya-tanya sendiri: "benarkah aku begitu?", "benarkah kita begitu saja abaang?", "apa iyah malah ini bukanlah lagi sesuatu yang sehat, untukmu atau bagi kesehatanku"

dan dari semua tanya yang bermunculan, aku tak punya jawabannya.
aku tak mampu menjawab.

sama seperti saat aku berusaha menyangkalmu dan kamu tetap tak tergugah penny ku sayang.

padahal aku tahu aku yang sakit inilah yang membuat semua kegelisahan dan ruam sendiri, selalu jadi duri yang merusak semua kisah di masa lalu, kisah-kisah yang mana pernah aku memakai perasaan, membuka hati.

dan ruam yang muncul selama bersamamu abaang, kini sedang berusaha ku kontrol. aku tak ingin jadi lemah lagi.. sedikit goresan harusnya tak melulu membuatku lantas ingin pergi saja. ego. egoku yang sudah lelah akan sesak dan keyos hati, egoku yang ingin dibahagiakan, egoku yang ingin kamu tahu bahwa aku lelah jadi nomor 2.

sampai di detik kutulis ini, aku berusaha meneguhkan sugesti diri lagi. bukankah semua cetakan tak ada yang enak, berproses. dan mungkin inilah proses pendewasaanku. karena aku tahu kamu yang tak memanjakanku memang ingin aku menjadi sosok mandiri yang kuat diatas kakinya sendiri, tanpa butuh orang lain yang menyangga tuk berdiri. bertahan,

 ini sepele.
bukankah sakitnya patah keluarga jauh lebih perih daripada sekedar patah asmara?! dan hingga usia hampir 21 tahun, usia terakhir aku pernah berencana hidup. toh hari ini aku masih hidup. dan sebelum aku dengan tolol mengikuti rencana eksekusi diri itu, aku bertemu kamu abang.

kamu, lelaki biasa yang pertama kalinya berhasil membuatku ingin berhenti mencari. dengan caramu, dukunganmu, bantuanmu, sedikit demi sedikit beberapa trauma itu mampu ku taklukan. kamu tak sempurna, itu pasti. kamu yang baik tapi masih saja aku sesekali merutuk jahat karena tak henti membuat mengusap dada.

dan seperti yang pernah kau kata, diluar sana banyak lelaki yang lebih dari kamu, suatu saat aku akan dapatkan satu yang juga layak untukku. aku tahu itu. aku tahu diluar sana mungkin banyak yang lebih dari kamu, tapi entahlah, lelaki menyebalkan ini masih saja mengikat hati dan fikirku, mengoyak duniaku, dunia dimana telah ia tanam asa untuk dapat berjuang dan berdampingan di hari-hari panjang ke depan.

ah aku naif sekali.
aku hanya mampu berpegang pada kenang dan kata-kata di awal membersamaimu.
karena nyatanya hidup tak selurus dan mulus bayanganmu silam kan abang..

dan lagi penny mampu membuatku terhenyak dan berfikir. apa aku malah jadi PHO diantara kamu dan caca? atau seperti ceracaumu pada lelaki siapalah itu,, aku hanya persinggahan karena kau sedang lelah dengannya.
apapun itu. aku sungguh malu, tak enak hati padanya.
tak enak, bilakah hatinya pernah patah karena kehadiranku di hidupmu abang. bilakah air mata pernah banyak tertetes.
aku ingin meminta maaf padanya bila saja bisa. atas luka yang lalu pernah tak sengaja tergores.
aku tak pernah maksud menyakiti. tak juga tahu dan berfikir aku merebut lelakinya. aku tak tahu dan tak paham tentang hubungan kalian. dan itulah yang menambah kikis keyakinanku akan abang, tapi mungkin begitu saja baiknya. jadi aku tak perlu makin berdarah-darah.

banyak kata yang ingin ku sampai juga tanyakan padamu abang. tapi tak lewat line, atau telepon, atau ditengah kawan-kawan lainnya.
aku ingin kamu jujur, aku butuh kamu jujur. tatap mataku dan aku akan bertanya, jawablah. dan mungkin kamu akan menghancurkan duniaku, atau kamu dengan hebat melegakanku, meyakinkanku lagi bahwa kamu memang layak dijaga dan ditunggu, bahwa kita masih satu tujuan, bahwa kita ini 'worth it'. bahwa aku tak sedang jatuh cinta sendirian disini.
karena semua tanya ini perlahan menggerogotiku. dan aku tak tahu harus bagaimana lagi.
sungguh jarang kamu mau menyisih sedikit waktu untuk membangun qtime denganku, sungguh aku kehabisan kosakata bagaimana harus bertutur kata agar lepas semua, pun agar tak melulu tampak kekanakan dimatamu.

cemburu itu hanya untuk orang yang tak percaya diri. dan maaf, saat ini aku lagi tak percaya diri.

irasional dan kaya anak kecil mungkin dimatamu. selfish.
tapi kalau aku belom selesai dengan diriku sendiri, bagaimana aku bisa kokoh dan utuh juga ke orang lain?!

kan katamu galau di usia 20 itu wajar. haha,, tapi aku galau sudah sejak lama.
aku fikir udah hampir selesai galaunya.
etapi aku ketemu kamu di jalanku, dan sekarang aku bimbang lagi. memilih stay dan merajut langkah di sampingmu ataukah memilih pergi mengikuti jalanku yang lain.

bantu aku menemukan jawabannya abang, tolong..

dan bila sempat terlintas, kita ini sudah tak sehat. maka ayolah, kita lakukan pengoatan. biar sehat lagi.

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know