Let face the music!

"apa yang sebenernya lu mau? Dy selalu ada buat lu?"

Gatau. Jujur gatau juga apa lagi yang gue mau. Mau gue terlalu banyak mungkin beb.
And you never know, what am i really want at the time.

Agak sulit ternyata menyadari kehendak akan kebebasan yang kamu maksud sayang.

Sedang aku, gadis yang telah terlalu banyak terluka ini seringkali canggung dan bermasalah dengan Trust issue, aku tak percaya siapapun sayang. Dan ku sempat berfikir kamu bisa dipercaya, bantu aku have a Faith lagi, nyatanya setiap itu pula aku tahu aku terlalu sensitif hingga kadang membawa memar diri.

Cemburuku dan ketidakpahaman akan hubungan kalian, kadang masih terasa membakar dan membuat tersesak hingga hampir terisak. Tapi tak lagi sayang. Tak lagi kan ku biarkan kamu buatku menetes.

Kamu membuatku benar yakin memang tak da yang bisa dipercaya, Trust nobody.. selain diri sendiri.

Maka sekarang peerku adalah bagaimana membangun diri yang cukup tangguh tuk selalu bisa diandalkan, hingga tak lagi butuh berharap mengandalkan orang lain. Tak johar, Bani, Desya, apalagi kau.
Aku sendiri dengan diriku.

Agak berbeda dengan pinta jojoo yang selalu meminta dan memaksaku percaya lagi aku tak sendirian, kan selalu ada dia di setiap langkah ku kapanpun itu, pundak dan telinganya tempat berbagi, bahkan saat raga tak lagi sedang berhadapan langsung. Ia selalu berlelah memohon untukku percaya, dan tak hanya kata ia buktikan aku bisa percaya padanya. Tak apa katanya, menangis lah, menarilah di bawah bintang, tertawa lah, gue disini, walau hanya sebagai sahabat Lo.

Ah.

Sudahlah tak perlu bandingkan. Kalian bukan sedang bersaing dan memang bukan tandingan. Kalian lelaki nya gue yang sama-sama special dan punya tempatnya sendiri buat gue.

Lagipula aku sudah lelah.
Lelah dengan drama yang dibuat sendiri.

Aku lelah meminta dan berharap akan mu lagi ada sayang.

Aku berusaha berhenti meminta lah sekarang.

Sadar diri.
Tahu diri saja lah aku.

Im no one, whoever am i to ask your precious time?!

Aku akan terus berjalan.
Melanjutkan hidup dan hariku sendiri.
Ada atau tidaknya kamu kuharap tak lagi membuat usik hari dan hatiku.
Aku harus terbiasa.

Hidupku tak melulu kamu.

Let face the music!
Pasang headset dan lupakan sekitar.

Tak lagi menuntut tentang nyaman atau apa yang di mau. Lihatlah saja. Jalan saja. Buktikan saja menjadi orang yang mandiri dan tangguh untuk diri sendiri dan orang-orang yang bergantung akanmu fit!
Nyatanya hidup terlalu keras untuk diminta bahagia ever after.

Ini bukan fairytale.
So wake up.

Let face the music!

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know