Nyeri tapi tak berdarah

Nyerinya semakin menjadi...

Aku belum saja menerima kenyataan kamu tak lagi disampingku Abang.
Dan hari ini semakin bertambah pilu saja..
Bukan hanya kamu yang pergi.
Hari ini, langit membisikkan padaku tentang dia.. dia yang tak kan pernah kembali..

Langit masih tampak cerahnya hari ini..
Aku masih bisa merasakan hembusan angin bertiup menerpa wajahku
Aku masih bisa menghirup aroma hujan bertemu dengan tanah. Menjadi basah..

Dan rintik hujan ini seakan mencoba melunturkan noda, membasuh  luka yang kembali menganga..

Aku?
Terpasung ditengah sistem ini.
Hari ini aku tak jauhnya beda denganmu Abang.. menjadi robot.

Hujan ini tak menyentuhku..
Aku terus bergerak
Mulutku terus berdebat
Otakku terus sibuk berfikir..

Aku membiarkan diriku dibaurkan oleh celoteh dan tawa kawan-kawan ku. Membaur..
Aku tenggelam dalam ruang perputaran ide dan teori ini.
Dan ternyata aku baru sadar,
Apa yang ku perjuangkan sejak lama untuk kepentingan bersama. Kenapa yang bersama itu malah berselisih haluan. Kita bergerak dijalan dan untuk tujuan yang berbeda.

Hujan ini tak menyentuhku Abang..
Riuh badai di dalam jiwaku jauh lebih berisik dari rintik hujan ini..
Kesedihanku, jauh lebih basah daripada gerimis ini..

Ah. Kamu benar-benar mengenalku yah sayang . Terkadang bahkan lebih baik dari pada diriku sendiri.

Kamu khawatir aku akan semakin jatuh. Makanya kamu menawarkan diri untuk tinggal.

Ah, lelaki egoisku. Ternyata kamu masih khawatir barang sedikit akan ku..

Kamu lebih tau bagaimana si gadis bodoh ini sering berbicara dan bertingkah bahkan sebelum berfikir matang-matang akan implikasi kedepannya. Ia optimis saja, hanya percaya bahwa harapan belum mati. Makanya aku ga boleh tumbang begitu mudah.

Aku lelah dan kecewa Iyah. Tapi melepaskanmu adalah keganjilan terbesarku. Aku tak bisa berhenti candu akanmu. Walau aku tahu, betapa harusnya aku pun menghilang dan menyendiri lagi. Tapi meninggalkanmu aku tak bisa. Melepaskanmu aku masih tak rela.

Andai aku egois, aku sungguh ingin menahanmu tuk tetap tinggal sayang.

Tapi kamu lebih berharga daripada Ego ku semata.

Betapa selama ini aku ingin kamu jadi manusia yang lebih baik. Yang lebih matang dan bertanggung jawab akan hidupnya.. tapi juga punya hati yang lapang tuk terus berbagi kebaikan dengan manusia lain.

Dan kamu sadar kamu butuh itu..

Tapi aku tak tahu kau harus terjatuh dulu baru bisa belajar berdiri lagi.

Dan aku tak sadar aku tak punya tempat disana.

Aku hanya pilu saja kamu tak cukup percaya untuk berbagi padaku. Hingga aku harus tahu ini disaat terakhir dimana akhirnya kamu memilih menyerah.

Kamu mengambil keganjilanku. Aku tak bisa melepasmu, tapi kamu akhirnya melepasku dengan damai.

Tidak berdarah.
Tapi kenapa rasanya begitu nyeri.

Hari ini.. kamu, Adan, bergabung dengan barisan nama lain yang akhirnya memilih meninggalkan ku.

Yang satu dipaksa maut. Yang satu dipaksa keadaan..

Ah. Hidup memang lucu yah sayang

Comments

Popular posts from this blog

hollow

a long time needed journey

now i know